Jumat, 14 Maret 2014

IBD I



A.  PENDAHULUAN

1.     MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

Mata Kuliah Dasar Umum bertujuan untuk membantu perkembangan pendidikan bagi mahasiswa, agar tidak hanya mendapat pengetahuan terampil saja, tetapi juga menunjukkan kepribadian yang khas sesuai dengan nilai-nilai hukum bangsa sendiri . Pendidikan ini bersifat intelektual dan yang bersifat kejiwaan guna mendidik kepribadian mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang dapat mengembangkan nusa, bangsa, Negara dan pribadi sesuai dengan pancasila (Raker Rektor se Indonesia, 1980). Nah mata kuliah dasar umum yang akan kita bahas kali ini adalah Ilmu budaya dasar serta maksud dan tujuan kita mempelajarinya.
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliahyang menbicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusiadalamhidupsehari-hari.
Mata kuliah ini di harapkan agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mepunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini dapat di harapkan, agar interelasi antara intelektuil kita lebih seiring dengan akibat yang positif bagi pembangunan Negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan khususnya.

B.   ISI

1.     ILMU BUDAYA DASAR (IBD) SEBAGAI  MATA  KULIAH DASAR UMUM  

Istilah IBD dikembangkan sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa  diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Ilmu Budaya Dasar telah kita ketahui bahwa bukanlah ilmu yang monolit atau ilmu yang tunggal. Ia lebih disebut gabungan antara social scince dengan humaniora scince yang dapat memcahkan masalah dalam kehidupan. Komponen yang paling utama dalam membentuk Ilmu Budaya Dasar itu ada empat yaitu Filsafat, Teologi, Sejarah dan Seni.

Filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu, merupakan ilmu yang berusaha memberi jawab atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat esensial. Melalui filsafat, orang akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh filsafat, orang akan mengetahui hakikat yang dipertanyakan tersebut.

Teologi atau yang sering disebut ilmu agama, akan mengajar banyak kepada kita tentang manusia, sejarahnya, tuyjuannya, tugas dan tanggung jawabnya di dunia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan sebagainya. Teologi juga membekali manusia untuk mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia sebagai pelaku kebudayaan. Pendek kata hanya teologlah yang mampu menntun manusia menjadi “insane kamil” atau manusia yang utuh (sempurna).

Sejarah juga memberikan andil kepada manusia untuk mengerti siapa dia sebenarnya. Sejarah menceritakan kapada kita bagaimana orang-orang yang terdahulu hidup dalam arti yang seluas-luasnya: tentang adat istiadat, pandangan hidup, bahkan asal usulnya.

Seni adalah perwujudan kekaguman dan sekaligus penghargaan manusia terhadap keindahan dan nilai-nilai yang ditenuinya dalam kehidupannya. Lewat seni manusia akan meraih “the ultimate reality” atau hakikat kenyataan. Seni bukan hanya memebrikan kepuasan dan kenikmatan bagi penanggap atau konsumennya, melainkan juga merupakan kekayaan yang tinggi nilainya.

2.     MAKSUD & TUJUAN  MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu komponen dari sejumlah matakuliah Dasar Umum (MKDU), sebagai matakuliah tidak wajib yang menjadi kesatuan dengan matakuliah lain di Perguruan  Tinggi.

Dilihat dari fungsinya IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan yang ada disekitar kita. Dengan mempelajarinnya manusia dapat bisa menjadi pribadi yang baik yang berbudaya manusiawi dan lebih halus.

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang di harapkan di kembangakan untuk mengkaji mslah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budya dasar semata-mata sebagai salahsatu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya. Maupun menyangkut dirinya sendiri.
Ilmu budaya dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekatan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
2. Member kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pndangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan kebudayaan serta mengembangkan daya kritis,
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing.
4. Mengushakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.


Diadakannya mata kuliah IBD :

Pertama merupakan tema inti permasalahan dasar manusia yang sering dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.

Kedua, pada era saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak  yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap perma­salahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, maka diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha  mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Sumber :
Buku Ilmu Budaya Dasar oleh Widya Nugroho dan Achmad Muchji diterbitkan oleh Universitas Gunadarma

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas ISD IV



Sistem Pendidikan di Negeri Ini
By:
Deny Wiyono
Irwan Saputra L.T

Depok, 18 November 2013
Narasumber : DR. Arif Rahman S.T. M.T           

Jika kita berbicara soal mutu Pendidikan di Indonesia, mungkin kebanyakan yang terlintas di benak masyarakat Indonesia adalah Rendah, kurang bermutu, monoton dan masih banyak lagi anggapan yang negatif tentang mutu pendidikan di Indonesia. Memang sebagian besar pernyataan diatas benar adanya.

Lalu bagaimana sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia yang di anggap kurang baik itu?

Menurut Bapak  DR. Arif Rahman S.T. M.T, “ sistem pendidikan di Indonesia itu, smapai sekarang masih menggunakan cara belajar yang selalu menghafal, cara duduk yang selalu berbaris, baju-baju yag selalu di seragamkan dari SD sampai SMA bahkan sekarang perguruan tinggi pun mulai ada yang menerapkannya.” Ya memang kita lebih menekankan pada kemampuan memorize yang sebenarnya menurut ilmu psikologi sendiri memori otak kita itu terbatas. Coba saja, apa sekarang sekarang kita lancar berbahasa inggris? Jawabannya tidak semua. Padahal itu kita pelajari dari SD sampai SMA. Bayangkan 12 tahun kita belajar tapi tidak bisa lancar dalam berbahasa inggris. Mengapa demikian. Kembali lagi pada pernyataan di atas, itu karena kita hanya menerapkan metode hafalan bukan mempelajari esensi dari pelajaran tersebut. Jika kita bercermin pada negara-negara maju, mereka lebih menerapkan kreatifitas dari pada hafalan dalam sistem pendidikannya. Sehingga murid-murid lebih bisa mengekspor kemampuannya masing-masing. Dan pada akhirnya melahirkan lulusan-lulusan yang handal di bidangnya masing-masing. Karena kreativitas itu tanpa batas dan akan selalu baru.

Bagaimana dengan orang- orang di Indonesia yang terkesan lebih memilih bekerja dari pada sekolah?

            Sebenarnya pernyataan ini kurang tepat, jika kita lihat saja bangsa asia itu bahkan lebih prgmatis dalam pendidikan, mereka merasa tak cukup dengan ijazah SMA saja. Diluar negeri pun kebanyakan perguruan tingginya di isi oleh orang asia. Mengapa demikian? Karena di luar negeri sana (khususnya Amerika) lebih memilih bekerja dibandingkan kuliah. Karena di SMA nya sendiri mereka sudah mempunyai keahlian di bidang masing-masing dari efek sistem pendidikan yang lebih mengutamakan kreativitas itu tadi. Dan lulusan S1 di Indonesia sendiri setara dengan lulusan SMA disana. Dampaknya persaingan lulusan S1 kita di luar negeri itu kurang.


Apa ada hubungannya dengan tenaga pengajar?

Ada namun tidak semuanya karena faktor tenaga pengajar,melainkan gaya dan metode belajar yang diberikan kurang tepat. Metode belajar yang salah inilah yang banyak sekali membuat para pelajar dari SD sampai Perguruan Tinggi sekalipun tidak memiliki gairah dan semangat belajar yang tinggi,ogah-ogahan,belajar hanya mampu dalam waktu yang singkat dan tidak maksimal. Ketika menjelang ulangan,banyak sekali pengajar yang mengajarkan banyak konsep belajar yang ujung-ujungnya membuat murid-murid malah menghapal bahan ujiannya dan karena tidak bisa menghapal semua bahan ujiannya,mereka jadi mencontek. Dan sistem seperti ini sudah seperti benang merah yang tidak bisa diputus.

Sistem pendidikan di Indonesia seharusnya?

            Harus ada reformasi pendidikan agar kualitasnya membaik. Diantaranya ya itu, lebih mengutamakan kreatifitas dibanding metode menghafal. Lebih memperhatikan proses dari pada hasil (UN). Dan sekarang sudah ada ekskul yang menampung bakat para siswa, itu lumayan bagus sebagai sarana untuk menyalurkan kreativitas walaupun dalam skala kecil.

“Maka daripada itu,kami,Para pelajar di negeri ini  butuh bantuan, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik.”

Terimakasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca.

Kamis, 17 Oktober 2013

Tugas ISD III



1.      Pertumbuhan Penduduk

Pengertian pertumbuhana individu / manusia :
Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari dalam  atau luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexions.

Fase Pertumbuhan Individu

Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia dalam buku Life-Span Development oleh John Santrock:

Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.
Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.
Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.
Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.

Gambar Fase Pertumbuhan

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Faktor genetik
Faktor keturunan — masa konsepsi
Bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan
Menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen. Potensi genetik yang bermutu  hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.
Faktor eksternal / lingkungan
Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan.

2.      Fungsi Keluarga
Definisi Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga tersebut.

Fungsi – Fungsi Keluarga
Fungsi Pendidikan
Orangtua sebagai anggota keluarga berfungsi untuk mendidik anak-anak, dengan menyekolahkan mereka sampai ke jenjang yang tinggi. Selain pendidikan formal, keluarga juga bisa memberikan didikan informal diluar sekolah.
Hal ini dilakukan Agar kelak mereka bisa menjadi anak-anak yang berguna bagi
keluarganya sendiri maupun bangsa dan Negara.

Fungsi Religius
Keluarga juga berfungsi memperkenalkan agama atau keyakinan kepada ana-anak
sejak mereka masih kecil.  Orangtua wajib menanamkan nilai-nilai agama kepada   anak-anak mereka untuk bekal kehidupan setelah di dunia ini. Karena harus kita
ingat bahwa tidak selamanya manusia hidup di dunia.

Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi ini harus dijalankan oleh kepala keluarga. Ayah sebagai kepala       
 keluarga wajib untuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan-
 kebutuhan rumah tangga.
Namun, di zaman emansipasi wanita sekarang ini tidak jarang kita lihat ada ibu- 
ibu yang turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai
wanita karier.

Fungsi Biologi
Sebuah keluarga berfungsi untuk melahirkan keturunan atau generasi baru untuk 
 mewarisi budaya dalam keluarga agar tidak hilang ditelan zaman.

Fungsi Perlindungan
 Lebih kepada perlindungan emosi. Setiap anggota keluarga perlu melindungi
 keselamatan diantara satu sama lain dalam sebuah keluarga untuk keghidupan
yang aman dan tentram.

Fungsi  Sosialisasi
Keperluan berinteraksi sesama anggota keluarga seperti makan malam, obrolan mengenai masalah atau menonton televisi bersama agar lebih mengeratkan hubungan dalam keluarga.

  1. Definisi Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu
Individu adalah seorang manusia tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.

Keluarga
Keluarga adalah kelompok sosial kecil yang terdiri atas 2 orang atau lebih yaitu ayah, ibu dan anak yang didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi yang didalamnya terdapat kebersamaan serta tanggung jawab.

Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia yang didalamnya terdapat sistem dan interaksi sosial. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaulyang istilah ilmiahnya berinteraksi.
  1. Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
Aspek individu, keluarga, masyarakat  adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. ketiganya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.
Sumber :