Senin, 28 April 2014

Tugas IBD II



Pengertian Ilmu Budaya Dasar 

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
 Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Science Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu Humanus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.
Dengan mempelajari The Humanities diharapkan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai Homo Humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Revolusi Kebudayaan

Jika dilihat dari sudut pandang pengertian dari revolusi adalah perubahan sosial dan perubahan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat, sedangkan kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan kata lain pengertian dari revolusi budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat dalam waktu yang cukup lambat.

Revolusi budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

Faktor penyebab terjadinya revoludi kebudayaan :

1.      Lingkungan alam fisik

Terjadinya berbagai bencana alam menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah-daerah itu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila mereka mendiami tempat yang baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan pada lembaga-lembaga organisasi mereka. Penyebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik kadang-kadang ditimbulkan oleh tindakan masyarakat itu sendiri.

2.      Perang 

Peperangan dengan negara lain memicu perubahan-perubahan karena negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya pada negara yang kalah.

3.      Kebudayaan masyarakat lain 

Kebudayan yang disebarkan oleh bangsa lain dapat mengakibatkan revolusi. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua kelompok masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik, yakni masing-masing masyarakat dapat memengaruhi masyarakat lainnya. Apabila pengaruh dari masyarakat tersebut diterima tidak karena paksaan, hasilnya dinamakan demonstration effect.

Sumber :

http://psycholozy.blogspot.com/2012/10/pengertian-ilmu-budaya-dasar.html
http://fajaryogaanugrah.blogspot.com/2013/05/revolusi-kebudayaan.html


Jumat, 14 Maret 2014

IBD I



A.  PENDAHULUAN

1.     MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

Mata Kuliah Dasar Umum bertujuan untuk membantu perkembangan pendidikan bagi mahasiswa, agar tidak hanya mendapat pengetahuan terampil saja, tetapi juga menunjukkan kepribadian yang khas sesuai dengan nilai-nilai hukum bangsa sendiri . Pendidikan ini bersifat intelektual dan yang bersifat kejiwaan guna mendidik kepribadian mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang dapat mengembangkan nusa, bangsa, Negara dan pribadi sesuai dengan pancasila (Raker Rektor se Indonesia, 1980). Nah mata kuliah dasar umum yang akan kita bahas kali ini adalah Ilmu budaya dasar serta maksud dan tujuan kita mempelajarinya.
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliahyang menbicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusiadalamhidupsehari-hari.
Mata kuliah ini di harapkan agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mepunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini dapat di harapkan, agar interelasi antara intelektuil kita lebih seiring dengan akibat yang positif bagi pembangunan Negara kita pada umumnya dan perbaikan pendidikan khususnya.

B.   ISI

1.     ILMU BUDAYA DASAR (IBD) SEBAGAI  MATA  KULIAH DASAR UMUM  

Istilah IBD dikembangkan sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa  diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Ilmu Budaya Dasar telah kita ketahui bahwa bukanlah ilmu yang monolit atau ilmu yang tunggal. Ia lebih disebut gabungan antara social scince dengan humaniora scince yang dapat memcahkan masalah dalam kehidupan. Komponen yang paling utama dalam membentuk Ilmu Budaya Dasar itu ada empat yaitu Filsafat, Teologi, Sejarah dan Seni.

Filsafat yang sering disebut sebagai induk ilmu, merupakan ilmu yang berusaha memberi jawab atas pertanyaan-pertanyaan yang sangat esensial. Melalui filsafat, orang akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh filsafat, orang akan mengetahui hakikat yang dipertanyakan tersebut.

Teologi atau yang sering disebut ilmu agama, akan mengajar banyak kepada kita tentang manusia, sejarahnya, tuyjuannya, tugas dan tanggung jawabnya di dunia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan sebagainya. Teologi juga membekali manusia untuk mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia sebagai pelaku kebudayaan. Pendek kata hanya teologlah yang mampu menntun manusia menjadi “insane kamil” atau manusia yang utuh (sempurna).

Sejarah juga memberikan andil kepada manusia untuk mengerti siapa dia sebenarnya. Sejarah menceritakan kapada kita bagaimana orang-orang yang terdahulu hidup dalam arti yang seluas-luasnya: tentang adat istiadat, pandangan hidup, bahkan asal usulnya.

Seni adalah perwujudan kekaguman dan sekaligus penghargaan manusia terhadap keindahan dan nilai-nilai yang ditenuinya dalam kehidupannya. Lewat seni manusia akan meraih “the ultimate reality” atau hakikat kenyataan. Seni bukan hanya memebrikan kepuasan dan kenikmatan bagi penanggap atau konsumennya, melainkan juga merupakan kekayaan yang tinggi nilainya.

2.     MAKSUD & TUJUAN  MEMPELAJARI ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu komponen dari sejumlah matakuliah Dasar Umum (MKDU), sebagai matakuliah tidak wajib yang menjadi kesatuan dengan matakuliah lain di Perguruan  Tinggi.

Dilihat dari fungsinya IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan yang ada disekitar kita. Dengan mempelajarinnya manusia dapat bisa menjadi pribadi yang baik yang berbudaya manusiawi dan lebih halus.

Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang di harapkan di kembangakan untuk mengkaji mslah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budya dasar semata-mata sebagai salahsatu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya. Maupun menyangkut dirinya sendiri.
Ilmu budaya dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekatan mahasiswa terhadap lingkungan budaya
2. Member kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pndangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan kebudayaan serta mengembangkan daya kritis,
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing.
4. Mengushakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.


Diadakannya mata kuliah IBD :

Pertama merupakan tema inti permasalahan dasar manusia yang sering dialami dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti tema-tema yang telah disusun oleh Konsorsium Antar Bidang yang meliputi cinta kasih, keindahan, penderitaan keadilan, pandangan hidup, tanggung jawab, kegelisahan, dan harapan.

Kedua, pada era saat ini, terdapat kecenderungan bahwa ilmu atau ilmuwan sering mengabaikan sikap dan perilaku moral. Banyak  yang menganggap bahwa aspek moral itu tidak penting. Menurutnya, aspek yang lebih penting daripada moral dalam suatu ilmu adalah ontologis dan epistemologis. Apabila hal itu yang terjadi, maka ia akan mengabaikan unsur manusiawinya, kurang berbudaya, dan tidak peka terhadap perma­salahan moral. Untuk mengantisipasi hal itu, maka diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha  mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Sumber :
Buku Ilmu Budaya Dasar oleh Widya Nugroho dan Achmad Muchji diterbitkan oleh Universitas Gunadarma

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas ISD IV



Sistem Pendidikan di Negeri Ini
By:
Deny Wiyono
Irwan Saputra L.T

Depok, 18 November 2013
Narasumber : DR. Arif Rahman S.T. M.T           

Jika kita berbicara soal mutu Pendidikan di Indonesia, mungkin kebanyakan yang terlintas di benak masyarakat Indonesia adalah Rendah, kurang bermutu, monoton dan masih banyak lagi anggapan yang negatif tentang mutu pendidikan di Indonesia. Memang sebagian besar pernyataan diatas benar adanya.

Lalu bagaimana sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia yang di anggap kurang baik itu?

Menurut Bapak  DR. Arif Rahman S.T. M.T, “ sistem pendidikan di Indonesia itu, smapai sekarang masih menggunakan cara belajar yang selalu menghafal, cara duduk yang selalu berbaris, baju-baju yag selalu di seragamkan dari SD sampai SMA bahkan sekarang perguruan tinggi pun mulai ada yang menerapkannya.” Ya memang kita lebih menekankan pada kemampuan memorize yang sebenarnya menurut ilmu psikologi sendiri memori otak kita itu terbatas. Coba saja, apa sekarang sekarang kita lancar berbahasa inggris? Jawabannya tidak semua. Padahal itu kita pelajari dari SD sampai SMA. Bayangkan 12 tahun kita belajar tapi tidak bisa lancar dalam berbahasa inggris. Mengapa demikian. Kembali lagi pada pernyataan di atas, itu karena kita hanya menerapkan metode hafalan bukan mempelajari esensi dari pelajaran tersebut. Jika kita bercermin pada negara-negara maju, mereka lebih menerapkan kreatifitas dari pada hafalan dalam sistem pendidikannya. Sehingga murid-murid lebih bisa mengekspor kemampuannya masing-masing. Dan pada akhirnya melahirkan lulusan-lulusan yang handal di bidangnya masing-masing. Karena kreativitas itu tanpa batas dan akan selalu baru.

Bagaimana dengan orang- orang di Indonesia yang terkesan lebih memilih bekerja dari pada sekolah?

            Sebenarnya pernyataan ini kurang tepat, jika kita lihat saja bangsa asia itu bahkan lebih prgmatis dalam pendidikan, mereka merasa tak cukup dengan ijazah SMA saja. Diluar negeri pun kebanyakan perguruan tingginya di isi oleh orang asia. Mengapa demikian? Karena di luar negeri sana (khususnya Amerika) lebih memilih bekerja dibandingkan kuliah. Karena di SMA nya sendiri mereka sudah mempunyai keahlian di bidang masing-masing dari efek sistem pendidikan yang lebih mengutamakan kreativitas itu tadi. Dan lulusan S1 di Indonesia sendiri setara dengan lulusan SMA disana. Dampaknya persaingan lulusan S1 kita di luar negeri itu kurang.


Apa ada hubungannya dengan tenaga pengajar?

Ada namun tidak semuanya karena faktor tenaga pengajar,melainkan gaya dan metode belajar yang diberikan kurang tepat. Metode belajar yang salah inilah yang banyak sekali membuat para pelajar dari SD sampai Perguruan Tinggi sekalipun tidak memiliki gairah dan semangat belajar yang tinggi,ogah-ogahan,belajar hanya mampu dalam waktu yang singkat dan tidak maksimal. Ketika menjelang ulangan,banyak sekali pengajar yang mengajarkan banyak konsep belajar yang ujung-ujungnya membuat murid-murid malah menghapal bahan ujiannya dan karena tidak bisa menghapal semua bahan ujiannya,mereka jadi mencontek. Dan sistem seperti ini sudah seperti benang merah yang tidak bisa diputus.

Sistem pendidikan di Indonesia seharusnya?

            Harus ada reformasi pendidikan agar kualitasnya membaik. Diantaranya ya itu, lebih mengutamakan kreatifitas dibanding metode menghafal. Lebih memperhatikan proses dari pada hasil (UN). Dan sekarang sudah ada ekskul yang menampung bakat para siswa, itu lumayan bagus sebagai sarana untuk menyalurkan kreativitas walaupun dalam skala kecil.

“Maka daripada itu,kami,Para pelajar di negeri ini  butuh bantuan, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih baik.”

Terimakasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca ini. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca.