Minggu, 08 November 2015

HUKUM DAN PRANATA PEMBANGUNAN (II)

PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH DAN SWASTA

PEMBANGUNAN JALAN TOL CISUMDAWU


Cisumdawu adalah sebuah tol dengan panjang 60 km, dari jalan Tol Trans Jawa yang berada di Jawa Barat menghubungkan daerah Cileunyi - Sumedang - Dawuan atau Jalan Tol Padaleunyi dengan Tol Palimanan-Kanci keseluruhan menggunakan lahan seluas 825 Ha.


Proyek Pengerjaan
Pada 29 November 2011, Menteri Pekerjaan Umum Djiko Kirmanto bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan peletakan batu pertama proyek jalan tol ini. Peletakan batu pertama ini dilakukan di interchange Rancakalong Desa Citali, Kelurahan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Kemudian pada 25 Oktober 2013, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar meninjau proyek pembangunan jalan tol ini. Deddy berharap tol ini akan selesai pada tahun 2016 mendatang, bersamaan dengan proses pembangunan Bandar Udara Internasional Kertajati di Majalengka

Tahap pekerjaan

Pembangunan jalan tol ini akan dibagi menjadi 6 tahap, yakni
·         tahapan Cileunyi–Tanjungsari sepanjang 12.0 km,
·         tahapan Tanjungsari–Sumedang sepanjang 17.51 km,
·         tahapanan Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,73 km,
·         tahapan Cimalaka-Legok sepanjang 6,96 km,
·         tahapan Legok ke Ujungjaya 16,35 km , dan
·         tahapan Ujungjaya ke Kertajati 4.0 km.
          Penandatanganan kontrak paket konstruksi pembangunan Tol Cisumdawu (Cileunyi/Bandung-Sumedang-Dawuan) tahap II seksi 2 sepanjang 10,1 km. Tol ini dibiayai oleh pendanaan dari pemerintah China.
       Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera) Basuki Hadimuljono menandatangani paket kontruksi pembangunan jalan tol Cisumdawu bersama para konsorsium kontraktor yang terdiri dari perusahaan China dan BUMN konstruksi. 
         Kontraktor konsorsium antara lain Metallurgical Corporation of China Ltd, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang memenangkan lelang proyek senilai Rp 3,48 triliun.
        Panjang seluruhnya seksi 2 ini adalah 17,35 km. Pekerjaan yang ditanda tangani kontraknya hari ini adalah tahap II dari seksi 2 yaitu sepanjang 10,1 km dengan nilai kontrak Rp 3,48 triliun.
     Tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam 6 seksi yaitu seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 9,80 km, seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,51 km, Seksi III Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Seksi IV Cimalaka-Legok 6,96 km, Seksi V Legok-Ujungjaya 16,35 km, dan seksi VI Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
        Pada 29 November 2012 pembangunan seksi I telah dimulai dengan panjang 6,3 km dengan nilai kontrak Rp 1,022 triliun dengan pendanaan 90% pinjaman Tiongkok dan 10% APBN murni dan diharapkan selesai pengerjaannya 2014. Sedangkan pekerjaannya sendiri dikerjakan oleh konsorsium Shanghai Construction Group (Tiongkok) dengan Wijaya Karya dan Waskita.

Galeri Project











Minggu, 04 Oktober 2015

HUKUM DAN PRANATA PEMBANGUNAN

Stasiun Pengisian Bensin dan Motel


Salah satu proyek terbaru yang dirancang oleh Damith Premathilake adalah pom bensin dan motel yang terletak di Ampara, Sri Lanka yang dirancang dengan struktur elegan dalam lanscape pinggiran kota. bangunan ini didominasi oleh stuktur beton namun halus karena void ditempatkan secara strategis difasad. Sebuah kubus diproyeksikan dari lantai dua dan tiga untuk mengoptimalkan pemandangan danau diseberang bangunan. dan ketika malam hari kubus kaca akan berubah bagaikan sebuah lentera yang indah.



Struktur atap tidak didukung oleh empat kolom namun diubah lebih sederhana seperti struktur tulang yang tidak hanya mendukung atap tetepi juga menjadi bagian unit pompa bensin. konsepnya adalah menggabungkan fungsi komersil dan residensial. Keindahan proyek ini terletak dalam kesederhanaan perencanaannya. lantai dasar berfungsi sebagai tempat pelayanan, lantai 2 dan seterusnya adalah kamar motel. 

Bentuk Kerjasama dan Peran Pelaku

1. Arsitek : Damith Premathilake
  • Melakukan proses desain perencanaan perancangan bangunan
  • pengetahuan fisik dan fisika bangunan
  • Pengetahuan industri konstruksi dalam perencanaan
  • Penerapan batasan anggaran dan peraturan bangunan
  • Pengetahuan manajemen proyek

2. Klien/Owner : Mr.K.V Nihal
  • Menunjuk dan mengangkat wakilnya bagi kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan. Dalam hal ini mengangkat kontraktor pelaksana, pengawas proyek dll.
  • Mengesaikan keputusan yang menyangkut biaya, mutu dan waktu pelaksanaan.
  • Menyelesaikan perselisihan menyangkut proyek yang terjadi antara bawahannya dengan pihak pemborong.
  • Menyediakan dan mengusahakan pendanaan bagi kontraktor pelaksana.
  • Meberikan keputusan menyangkut perubahan waktu pelaksanaan dengan memperhatikan pertimbangan yang diberikan oleh konsultannya.

3. Drafter :
  • Membuat shop drawing yang akan dilaksanakan dengan dikoordinasikan oleh pelaksana.
  • Menyiapkan gambar dari revisi desain dan detail desain yang dibutuhkan untuk kegiatan pelaksanaan dilapangan.
  • Menghitung volume berdasarkan data lapangan dan melaporkan pada administrasi teknik.
  • Menjaga peralatan gambar yang digunakan dalam kondisi bagus.
Galeri Project

Denah





Potongan 




Desain











Proses Pembangunan






Referensi :
https://www.google.com/search?q=filling+station+and+motel+at+ampara+sri+lanka&oq=fi&aqs=chrome.0.69i59j69i57j69i60.5922j0j4&sourceid=chrome&es_sm=122&ie=UTF-8
http://www.kompasiana.com/farid_wadjdi/peran-arsitek-pada-proyek-konstruksi_552ff91b6ea834e5788b45d1

Sabtu, 20 Juni 2015

LAPORAN MAKET PKN

LAPORAN PEMBUATAN MAKET "TRADITIONAL RESORT"

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. Perkembangan Dan Kemajuaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Telah Berkembang Dengan Sangat Pesat. Berbagai Kemudahan Memperoleh Informasi Dari Berbagai Penjuru Dunia Dapat Kita Nikmati Dalam Hitungan Detik. Pada Saat " Zaman Batu " Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dianggap Sebagai Sesuatu Yang Tidak Mungkin, Kini Telah Menjadi Kenyataan. Dengan Teknologi Yang Luas Ini Kita Harus Dapat Memanfaatkannya.

Arsitektur tradisional adalah suatu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang bersama dengan pertumbuhan dan perkembangan suatu suku bangsa. Oleh karena itu arsitektur tradisional merupakan salah satu di antara identitas dari suatu pendukung kebudayaan yang bersangkutan.

Proses pergeseran kebudayaan di Indonesia khususnya di perkotaan telah menyebabkan pergeseran terhadap nilai kebudayaan yang terkandung dalam arsitektur tradisional. Pembangunan bangsa yang dewasa ini giat dilakukan di Indonesia pada hakekatnya adalah proses pembaharuan di segala bidang dan merupakan pendorong utama terjadinya pergeseran-pergeseran nilai dalam bidang kebudayaan khususnya dalam bidang arsitektur tradisional, begitu juga sebaliknya bahwa perubahan arsitektur tradisional dalam masyarakat akan melahirkan perubahan  nilai-nilai, pola  hidup, dan perilaku yang berbeda pada masyarakat.
BAB II
TEORI DASAR

1.        ARSITEKTUR TRADISIONAL
          A.  PENGERTIAN
Arsitektur tradisional adalah suatu bangunan yang bentuk, struktur, fungsi, ragam hias dan cara pembuatannya, diwariskan secara turun temurun serta dapat dipakai untuk melakukan aktivitas kehidupan sebaik-baiknya. Dalam rumusan arsitektur dilihat sebagai suatu bangunan, yang selanjutnya dapat berarti sebagai suatu yang aman dari pengaruh alam seperti hujan, panas dan lain sebagainya. Suatu bangunan sebagai suatu hasil ciptaan manusia agar terlindungi dari pengaruh alam, dapatlah di lihat beberapa komponen yang menjadikan bangunan itu sebagai tempat untuk dapat melakukan aktivitas kehidupan dengan sebaik baiknya. Adapun komponen komponen tersebut adalah: bentuk, struktur, fungsi, ragam hias serta ragam kegiatan secara turun temurun. Selain komponen tersebut yang merupakan faktor utama untuk melihat suatu arsitektur tradisional, maka dalam infentarisasi dan dokumentasi ini hendaknya setiap bangunan itu harus merupakan tempat yang dapat dipakai untuk melakukan aktivitas kehidupan sebaik baiknya. Dengan memberikan pengertian ini, maka arsitektur tradisional dapat pula di kategorikan berdasarkan kepada aktivitas yang di tampungnya.

     B.  MAKET TRADISONAL RESORT

Konsep             : Tradisional Resort
Definisi            : Kata tradisional adalah sikap dan cara berpikir serta    
                            bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan
                            adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun.
Ide Bentuk       : Trapesium
Ide Dasar         : Perahu


Konsep tradisional pada resort ini sangat jelas terlihat dari segala sisi. Mulai dari bagian atas sampai bagian bawah bangunan. Pada atap kita gunakan injuk sebagai penutup atap. Pada dinding digunakan material kayu menyerupai anyaman. Bentukan massa bangunan kita buat meneyerupai perahu dengan bangian belakang agak miring. Itu diambil karena dilaut identik dengan adanya perahu.

C. MATERIAL

Ø  Maket :
a.      Bahan :      
·         Serbuk gergaji
·         Tisu
·         Sterefoam
·         Kardus
·         Sumpit
·         Tali
·         Injuk
·         Cat air dan cat poster
·         Softboard
·         Hardboard
·         Lidi
·         Kertas HVS
·         Kawat
·         Dan peralatan lainnya sisa tugas matakuliah estetika bentuk

b.      Alat :
·         Gunting
·         Penggaris
·         Cutter
·         Pensil

·         Lem

D. GALERI PROJECT
















Sabtu, 18 April 2015

Tugas I PKn bagian 2

Hal-Hal yang Telah Dilakukan Sebagai Wujud Bela Negara

Hal yang pernah saya lakukan sebagai wujud bela negara adalah :

1. Dalam lingkup keluarga, saling menghormati hak dan melaksanakan kewajiban sebagaimana mestinya.

2. Dalam lingkup sekolah, mengikuti pelajaran dengan baik, tidak melanggar peraturaran yang telah ditetapkan, menghormati guru dan staf sekolah lainnya (bila berpapasan minimal senyum atau cium tangan), menjadi pengurus OSIS dan mengikuti ekstrakulikuler Paskibra, menjadi petugas upacara pada hari senin dan hari-hari besar nasional, megikuti lomba yang diadakan pihak sekolah ataupun luar sekolah.

3. Dalam lingkup masyarakat, bekerja bakti dilingkungan perumahan, melakukan sosialisasi kemasyarakatan.

Yang saya sebutkan diatas tentunya hanya sebagian kecil yang seharusnya dilakukan sebagai wujud bela negara. Namun menurut saya dari hal-hal kecil seperti itulah kita dapat mencapai sesuatu yang besar.

Sumber Referensi :
http://pkn-barackz.blogspot.com/

Tugas II PKn bagian 2

Kronologi Perkembangan Sistem Pemerintahan di Indonesia

Sistem pemerintahan di Indonesia itu dinamis dan kontroversial sehingga menarik untuk dibahas. Dibawah ini ada kronologi perkembangan sistem pemerintahan yang dibagi dalam beberapa periode :

Periode 18 Agustus – 27 Desember 1945

Pada periode ini Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial, namun karena adanya pasal II aturan peralihan membuat Presiden merupakan penguasa tertinggi/tunggal. Selain itu sistem yang dianut terpijar secara mutlak dan bersifat revolutioner atau revolutionery and absolutely centralized goverment system.

Periode 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950

Pada periode ini digunakan konstitusi RIS dan menganut sistem pemerintahan parlementer, bentuk negara serikat. Pemerintahan dipegang oleh para menteri (perdana menteri bertanggung jawab pada parlemen). Tanggung Jawab pemerintahan sepenuhnya ditangan perdana menteri dan para menteri kabinet. Kabinet bertanggung jawab pada parlemen sehingga kabinet bisa dijatuhkan jika kebijakannya tidak sesuai dan tidak disetujui oleh parlemen.

Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959

Pada periode digunakan UUDS RI 1950 dimaksudkan agar kembali menjadi negara kesatuan dengan sistem pemerintahan parlementer. Pada masa ini kondisi politik kurang begitu stabil. Konstituante gagal menetapkan hukum dasar negara, sehingga presiden mengeluarkan presiden mengeluarkan dekrit 5 Juli 1959 sebagai upaya penyelamatan negara.

Periode 5 Juli 1959 – 11 Maret 1966

Pada periode ini sistem pemerintahan RI diselenggarakan atas atas demokrasi terpimpin dan sistem presidential. Namun sayangnya pada masa ini melenceng dari tujuan awal yaitu kembali ke UUD 1945, presiden semakin menjadi diktator dan banyak melakukan penyimpangan yang tidak sesuai dengan uud 1945. Bahkan pada masa ini sampai merubah tafsiran dasar negara yaitu pancasila.

Periode 11 Maret – 21 Mei 1998

Pada periode ini sebenarnya digunakan sistem pemerintahan parlementer dan berniat kembali pada aturan UUD 1945, namun pada kenyataannya presiden semakin berkuasa dan kembali menjadi presiden setelah masa jabatannya habis.

Periode 21 Mei 1998 – Sekarang (sesudah amandemen)

Pada periode ini sistem pemerintahan yang digunakan adalah presidensial dengan presiden BJ. Habibie. Pada masa ini sistem presidensial berjalan dengan seharusnya dan banyak terjadi perubahan dalam segala aspek pemerintahan untuk kepentingan negara.

Referensi :